Kamis, 31 Mei 2018

POLITIK DAN STRATEGI NASIONAL 1



A.    Pengertian Politik Strategi dan Poltranas
Perkataan politik berasal dari bahasa Yunani yaitu Polistaia, Polis berarti kesatuan masyarakat yang mengurus diri sendiri/berdiri sendiri (Negara), sedangkan taia berarti urusan. Dari segi kepentingan pengunaan, kata politik mempunyai arti yang berbeda-beda. Untuk lebih memberikan pengertian arti politik, disampaikan beberapa arti plitik dari segi kepentingan penggunaan, yaitu:
a.      Dalam arti kepentingan umum (politics)
Politik dalam arti kepentingan umum atau segala usaha untuk kepentingan umum baik yang berada dibawah kekuasaan Negara di pusat maupun di daerah,lazim disebut politik yang artinya adalah suatu rangkaian asas/prinsip, keadaan serta jalan, cara dan alat yang akan digunakan untuk mencapai tujuan tertentu atau suatu keadaan yang kita kehendaki disertai dengan jalan, cara dan alat yang akan kita gunakan untuk mencapai keadaan yang kita inginkan.
b.      Dalam arti kebijaksanaan (policy)
Politik adalah penggunaan pertimbangan-pertimbangan tertentu yang akan dianggap lebih menjamin terlaksananya suatu usaha, cita-cita atau keadaan yang kita kehendaki. Dalam arti kebijaksanaan, titik beratnya adalah adanya:
·         Proses pertimbangan
·         Mencapai terlaksananya suatu usaha
·         Pencapaian cita-cita
Jadi, politik adalah tindakan dari suatu kelompok individu mengenai suatu masalah dari masyarakat atau Negara.
Dengan demikian politik membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan:
a)      Negara
Adalah suatu organisasi satu wilayah yang memiliki kekuasaan tertinggi yang diataati oleh rakyatnya. Dapat dikatakan Negara merupakan bentuk masyarakat dan organisasi politik yang paling utama dalam suatu wilayah yang berdaulat.
b)     Kekuasaan
Adalah kemampuan seseorang atau kelompok untuk mempengaruhi tingkah laku orang atau kelompok lain sesuai dengan keinginannya. Yang perlu diperhatikan dalam kekuasaan adalah bagaimana cara memperoleh kekuasaan, bagaimana cara mempertahankan kekuasaan dan bagaimana kekuasaan itu dijalankan.
c)      Pengambilan keputusan
Politik adalah pengambilan keputusan melalui sarana umum, keputusan yang diambil menyangkut sector public dari suatu Negara. Yang perlu diperhatikan dalam pengambilan keputusan politik adalah siapapengambil keputusan itu dan untuk siapa keputusan itu dibuat.
d)     Kebijakan umum
Adalah suatu kumpulan keputusan yang diambil oleh seseorang atau kelompok politik dalam memilih tujuan dan cara mencapai tujuan itu.
e)      Distribusi
Adalah pembagian dan pengalokasikan nilai-nilai (values) dalam masyarakat. Nilai adalah sesuatu yang diinginkan dan penting, nilai harus dibagi secara adil. Politik membicarakan bagaimana pembagian dan pengalokasikan nilai-nilai secara mengikat.
Strategi nasional adalah cara melaksanakan politik nasional dalam mencapai sasaran dan tujuan ditetapkan oleh politik nasional. Strategi nasional disusun untuk melaksanakan politik nasional. Misalnya stategi jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang.
B.     Dasar Pemikiran Penyusunan Politik dan Strategi Nasional
Penyusunan politik dan strategi nasional perlu memahami pokok-pokok pikiran yang terkandung dalam system manajemen nasional yang berdasarkan ideology Pancasila, UUD 1945, Wawasan Nusantara dan Ketahanan Nasional. Landasan pemikiran dalam manajemen nasional sangat penting sebagai kerangka acuan dalam penyusunan politik strategi nasional, karena didalamnya terkandung dasar Negara, cita-cita nasional dan konsep strategi bangsa Indonesia.


Referensi:
Achmad Muchji dkk. 2007. Pendidikan Kewarganegaraan. Jakarta: Gunadarma

KETAHANAN NASIONAL 3



KETAHANAN NASIONAL 3

A.    Pengaruh Aspek Ketahanan Nasional terhadap Kehidupan Berbangsa dan Bernegara
Berdasarkan pemahaman tentang hubungan tersebut diperoleh gambaran bahwa konsepsi ketahanan nasional akan menyangkut hubungan antar aspek yang mendukung kehidupan yaitu:
·         Aspek yang berkaitan dengan alamiah yang bersifat statis, meliputi aspek geografi, kependudukan dan sumber daya alam.
·         Aspek yang berkaitan dengan social yang bersifat dinamis meliputi aspek ideology, politik, ekonomi, social budaya dan hankam.
1.      Pengaruh Aspek Ideologi
Secara teori, suatu ideology berasal dari aliran pikiran dan merupakan pelaksanaan dari system pemikiran itu sendiri.
a.      Ideology Pancasila
Pancasila merupakan kesatuan yang utuh sehingga pemahaman dan pengamalannya harus mencakup semua nilai yang terkandung di dalamnya.
b.      Ketahanan pada aspek ideology
Ketahanan ideolgi diartikan sebagai kondisi dinamik kehidupan ideology bangsa Indonesia yang berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan kekuatan nasional dalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan dan gangguan balik dari dalam negri maupun luar negri, langsung ataupun tidak langsung dalam rangka menjamin kelangsungan hidup ideology bangsa dan Negara Republik Indonesia.
c.       Pembinaan ketahanan ideology
Untuk memperkuat ketahanan ideology diperlukan langkah-langkah pembinaan sebagai berikut:
·         Mengamalkan pancasilal secara objektif dan subjektif serta ditumbuh kembangkan secara konsisten.
·         Bhineka Tunggal Ika dan konsep wawasan nusantara terus ditanamkan dalam masyarakat sebagai upaya dalam menjaga persatuan bangsa dan kesatuan wilayah serta moralitas yang loyal dan bangga terhadap bangsa dan Negara.
·         Pancasila sebagai pandangan hidup harus dihayati dan diamalkan demi terwujudnya tujuan nasional dan cita-cita bangsa Indonesia.
·         Pendidikan Pancasila ditanamkan pada diri anak dengan mengintegrasikannya dalam mata pelajaran.
2.      Pengaruh Aspek Politik
Hubungan tersebut tercermin dalam fungsi pemerintahan Negara sebagai penentu kebijaksanaan serta aspirasi dan tuntutan masyarakat sebagai tujuan yang ingin diwujudkan sehingga kebijaksanaan pemerintahan Negara itu haruslah serasi dan selaras dengan keinginan dan aspirasi masyarakat.
Ketahanan pada aspek politik diartikan sebagai kondisi dinamik kehidupan politik bangsa yang berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional dalam mengahdapi dan mengatasi tantanagn, ganguan, ancaman dan hambatan yang datang dari dalam maupun luar, baik secara langsung maupun tidak langsung demi menjamin kelangsungan politik bangsa dan Negara Indonesia.
3.      Pengaruh Aspek Ekonomi
Perekonomian adalah salah satu aspek kehidupan nasional yang berkaitan dengan pemenuha kebutuhuhan bagi masyarakat, meliputi produksi, distribusi serta konsumsi barang dan jasa. System perekonomian yang dianut suatu Negara akan memberi corak terhadap kehidupan perekonomian di Negara itu.
Wujud ketahanan ekonomi tercermin dalam kondisi perekonomian bangsa yang mengandung kemampuan memelihara stabilitas ekonomi yang sehat dan dinamis serta kemampuan menciptakan kemandirian ekonomi nasional dengan daya saing tinggi dan mewujudkan kemakmuran rakyat yang adil dan merata.
4.      Pengaruh pada Aspek Sosial Budaya
Pengertian social adalah pergaulan hidup manusia dalam bermasyarakat yang mengandung niali-nilai kebersamaan senasib, sepenanggungan dan solidaritas yang merupakan unsur pemersatu. Dan budaya adalah system nilai yang merupakan hasil hubungan manusia dengan cipta, rasa dan karsa yang menumbuhkan gagasan-gagasan utama dan merupakan kekuatan pendukung penggerak kehidupan.
Wujud ketahanan social budaya nasional tercermin dalam kehidupan social budaya bangsa yang dijiwai kepribadian nasional berdasarkan pancasila, yang mengandung kemampuan membentuk dan mengembangkan kehidupan social budaya manusia dan masyarakat Indonesia.
5.      Pengaruh pada Aspek Pertahanan dan Keamanan
Pertahanan dan keamanann Indonesia adalah segenap daya upaya seluruh rakyat Indonesia sebagai satu system pertahanan dan keamanan dalam mempertahankan dan mengamankan  Negara demi kelangsungan hidup bangsa dan Negara Indonesia.
Wujud ketahanan pertahanan dan keamanan tercermin dalam kondisi daya tangkal bangsa yang dilandasi kesadaran bela Negara seluruh rakyat yang  mengandung kemampuan memelihara stabilitas pertahanan dan keamanan yang dinamis, mengamankan pembangunan dan hasil-hasilnya serta kemampuan mempertahankan kedaulatan Negara.

B.     Keberhasilan Ketahanan Nasional
Kondisi kehidupan nasional merupakan pencerminanan ketahanan nasional yang mencakup aspek ideology, politik, ekonomi, social budaya, dan pertahanan keamanan. Kondisi ini harus ada dalam semua aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang dialndasi oleh landasan idil Pancasila, landasan Konstitusional UUD 1945, dan landasan Visional Wawasan Nusantara.
1.      Aspek Ekonomi
·         Membuat system perekonomian Indonesia yang dapat mengarahkan pada kemakmuran, kesejahteraan yang adil serta merata di seluruh wilayah Nusantara.
·         Ekonomi kerakyatan harus dapat menghindari dari system free fight liberalism, etatisme dan monopoli ekonomi.
·         Pembangunan ekonomi merupakan aspek pembagian hasil pembiayaan yang harus dibagi secara adil dan merata.
·         Pemerataan pembangunan dan pemanfaatan hasilnya harus memperhatikan keseimbangan dan keserasian pembangunan antar wilayah dan antar sector.
2.      Aspek Sosial Budaya
Dalam kehidupan social budaya perlu adanya rasa saling menghargai antar budaya yang ada di tanah air serta harus melestarikan kebudayaan yang dimiliki Indonesia, karena social budaya merupakan sautu bentuk ciri budaya Indonesia yang wajib dilestarikan agar social budaya Indonesia tidak mudah hilang dengan adanya perubahan zaman.
3.      Aspek Ilmu Pengetahuan
·         Perlu adanya peningkatan pengetahuan umum yang luas dengan mengembangkan system pendidikan yang terprogram bagi kalangan menengah bawah serta untuk warga yang bertempat tinggal di pedesaan karena pendidikan perlu di bina sejak dini agar bisa mengikuti perkembangan zaman.
·         Membuat suatu karya yang inovasi agar dapat merangsang pola pikir sehingga dapat bersaing secara global.
·         Memberikan informasi secara luas baik internasional maupun nasional.
·         Memperbaiki kualitas pelayanan pendidikan.
·         Mewujudkan rasa keinginan masyarakat dalam berbudaya IPTEK.
4.      Aspek Politik
Dalam aspek politik dalam negeri harus di buat system pemerintahan yang berdasarkan hukum yang ada. Harus adanya suatu komunikasi politik antara pemerintah dan masyarakat agar dapat mengetahui respon atau timbal balik dalam kegiatan politik yang dibuat pemerintah dan keinginan dari masyarakat.
Dalam aspek politik luar negeri harus meningkatkan kerjasama internasional, meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang harus dilaksanakan dengan terprogram dari system pendidikan, pelatihan dan penyuluhan agar tidak tertinggal jauh dari Negara lain.
5.      Aspek Ketahanan dan Keamanan
·         Menciptkan semangat perjuangan bangsa, memiliki sifat keuletan dan pantang menyerah dalam mencapai keberhasilan ketahanan nasional Indonesia.
·         Memiliki rasa peduli dan sadar dalam memperbaharui aspek politik, ekonomi, social budaya, ketahanan dan keamanan nasional Indonesia.



Referensi:

Rabu, 30 Mei 2018

KETAHANAN NASIONAL 2




A.    Pengertian Ketahanan Nasional
Ketahanan nasional adalah kondisi dinamika yaitu suatu bangsa yang berisi keuletan dan ketangguhan yang mampu mengembangkan ketahanan. Kekuatan Nasional dalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan, hambatan dan ancaman baik yang datang dari dalam maupun dari luar, juga secara langsung maupun tidak langsung yang dapat membahayakan integritas, identitas secara kelangsungan hidup bangsa dan Negara.
Dalam perjuangan mencapai cita-cita nasionalnya Bangsa Indonesia tidak terhindar dari berbagai ancaman-ancaman yang kadang-kadang membahayakan keselamatannya. Cara agar dapat menghadapi ancaman-ancaman tersebut, bangsa Indonesia harus memiliki kemampuan, keuletan dan daya tahan yang dinamakan ketahanan nasional.
Kondisi atau situasi bangsa kita ini selalu berubah-ubah tidak static. Ancaman yang dihadapi juga tidak sama, baik jensinya maupun besarnya. Karena itu ketahanan nasional harus selalu dibina dan ditingkatkan, sesuai dengan kondisi serta ancaman yang dihadapi, dan inilah yang disebut dengan sifat dinamika pada ketahanan nasional.

B.     Asas-asas Ketahanan Nasional
Asas-asas ketahanan nasional berlandaskan Pancasila, UUD 1945 dan Wawasan  Nusantara. Asas-asas tersebut adalah:
1.      Asas Kesejahteraan dan Keamanan
Asas kesejahteraan dan keamanan adalah suatu asas yang tidak bisa dipisahkan kerena keduanya saling mempengaruhi. Keamanan dan kesejahteraan harus saling berdampingan pada kondisi apapun. Kedua aspek ini merupakan tolak ukur dalam ketahanan nasional suatu Negara. Jika masyarakat di suatu Negara sejahtera maka masyarakat tersebut akan merasa aman dan sejahtera. Kesejahteraan adalah suatu kondisi manusia yang berada pada keadaan makmur,sehat, damai dan kebutuhannya terpenuhi. Sedangkan keamanan adalah keadaan manusia yang bebas dari bahaya. Keamanan nasional menunjukkan kebijkan public untuk memastikan keselamatan masyarakatnya. Ancaman keamanan tidakhanya datang dari internal suatu Negara, tetapi juga dari luar. Untuk mencapai keamanan dan kesejahteraan suatu Negara harus memiliki lembaga keamanan dan kesejahteraan. Untuk memastikan keamanan nasional digunakan cara:
·         Menggunakan diplomasi untuk mengisolasi ancaman
·         Menggunaka kuasa ekonomi untuk melakukan kerjasama
·         Menggunakan jasa intelijen untuk mendeteksi ancaman dan melindungi rahasia Negara
·         Menjaga angkatan bersenjata yang efektif
·         Melakukan perthanan sipil
·         Menjaga kebudayaan nasional
2.      Asas Komprehensif Integral
Menurut pengertiannnya komprehensif bersifat mampu menerima dengan baik dan memiliki wawasan yang luas dan menyeluruh. Sedangkan integral berarti terintegrasi atau menyatu. Asas komprehensif integral adalah bagaimana menyikapi dan menyelesaikan masalah yang timbul dalam suatu Negara secara baik, berwawasan luas, menyeluruh dan terintegrasi serta saling bersatu. Hal ini berdasarkan kehidupan masyarakat merupakan suatu system yang berarti masyarakat merupakan suatu kesatuan yang saling berkaitan satu sama lain untuk mencapai sebuah tujuan yang sama.
3.      Asas Mawas ke dalam dan mawas ke luar
Setiap bangsa suatu Negara pasti saling berinteraksi, baik interaksi antar sesame warga Negara itu sendiri ataupun interaksi antar Negara. Untuk menjaga ketahanan nasional maka diperlukan sikap mawas (menjaga diri) ke dalam dan mawas ke luar.
a.      Mawas ke dalam
Mawas ke dalam memiliki tujuan untuk menjaga ketahanan Negara dari ancaman internal negaranya sendiri agar menjaga ketahanan nasional.
b.      Mawas ke luar
Mawas ke luar bertujuan untuk menjaga ketahanan Negara dari ancaman Negara lain. Dengan adanya kerjasama dari internal bangsa Negara tersebut maka dengan mudah suatu Negara dapat menjaga negaranya dari ancaman Negara lain.
4.      Asas Kekeluargaan
Asas kekeluargaan sangat berpengaruh dalam ketahanan suatu Negara. Jika dalam suatu Negara pertahanannya dilakukan oleh perorangan maka tidak akan tercapai kesejahteraan masyarakatnya. Asas kekeluargaan mengandung nilai kebersamaan, gotong royong, tenggang rasa dan keadilan social.

C.    Sifat-sifat Ketahanan Nasional
·         Mandiri
Artinya ketahanan nasional bersifat percaya pada kemampuan dan kekuatan sendiri dengan keuletan dan ketangguhan yang mengandung prinsip tidak mudah menyerah serta bertumpu pada identitas, integritas dan kepribadian bangsa. Kemandirian ini merupakan prasyarat untuk menjalin kerjasama yang saling menguntungkan dalam perkembangan global.
·         Dinamis
Artinya ketahanan nasional tidaklah tetap, melainkan dapat meningkat ataupun menurun bergantung pada situasi dan kondisi bangsa dan Negara, serta kondisi lingkungan strategisnya. Hal ini sesuai dengan hakikat dan pengertian bahwa segala sesuatu di dunia ini senantiasa berubah. Oleh sebab itu, upaya peningkatan ketahanan nasional harus senantiasa diorientasikan ke masa depan dan dinamikanya di arahkan untuk pencapaian kondisi kehidupan nasional yang lebih baik.
·         Manunggal
Artinya ketahanan nasional memiliki sifat integrative yang di artikan terwujudnya kesatuan dan perpaduan yang seimbang, serasi dan selaras di antara seluruh aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
·         Wibawa
Artinya ketahanan nasional sebagai hasil pandangan yang bersifat manunggal dapat mewujudkan kewibawaan nasional yang akan diperhitungkan oleh pihak lain sehingga dapat menjadi daya tangkal suatu Negara. Semakin tinggi daya tangkal suatu Negara semakin besar pula kewibawaannya.
·         Konsultasi dan kerjasama
Artinya ketahanan nasional Indonesia tidak mengutamakan sifat konfrontatif dan antagonis, tidak mengandalkan kekuasaan dan kekuataan fisik semata, tetapi lebih pada sifat konsultatif dan kerjasama saling menghargai dengan mengandalkan pada kekuataan moral dan kepribadian bangsa.



Referensi: